Kilas Balik Photoshop 1.0, Sejarah dan Download Arsip Lawasnya
Photoshop 1.0 adalah versi perdana software Adobe Photoshop yang resmi dirilis tahun 1990, hasil karya Thomas Knoll yang awalnya cuma dibuat buat kebutuhan pribadinya sendiri 🖥️. Saya bakal ajak kamu nostalgia ke tampilan awalnya yang masih serba hitam putih, sekaligus kasih tabel arsip download versi-versi lawasnya buat yang penasaran atau mau koleksi.
Tampilan ikonik Photoshop 1.0, versi paling awal yang mengubah dunia desain grafis.
Photoshop 1.0 dirilis resmi oleh Adobe pada tahun 1990, hasil ciptaan Thomas Knoll sejak 1988. Software ini sudah lama tidak dijual resmi, tapi file arsipnya masih bisa diunduh gratis lewat situs museum abandonware seperti WinWorld untuk keperluan edukasi dan nostalgia, bukan untuk penggunaan produksi/komersial.
Apa Itu Photoshop 1.0?
Photoshop 1.0 adalah versi rilis resmi pertama dari software Adobe Photoshop, diluncurkan khusus untuk komputer Macintosh pada tahun 1990. Ukurannya cuma sekitar 1,4 MB, jauh banget dibanding Photoshop generasi sekarang yang bisa berukuran gigabyte-an.
Kenapa Saya Tulis Ulang Kisah Ini
Intinya, Photoshop 1.0 itu revolusioner di zamannya karena belum banyak software pengolah gambar sekelas itu yang beredar. Jujur, tiap kali saya buka Photoshop versi terbaru buat kerja, saya jarang mikir gimana bentuk awalnya dulu — begitu lihat screenshot versi 1.0, saya sendiri kaget wkwkwk, tampilannya jauh banget beda sama yang kita pakai sekarang, tapi logika dasarnya ternyata sudah ada dari dulu.
Kalau kamu penasaran siapa yang bikin software ini dari nol, saya sudah bahas lengkap di artikel terpisah, tinggal cek daftar isi di bawah ya.
Asal Mula Photoshop 1.0
Versi perdana Photoshop dibuat oleh programer bergelar PhD jebolan University of Michigan bernama Thomas Knoll, pada tahun 1988. Ia membuat aplikasi ini lewat Macintosh Plus miliknya yang layarnya masih hitam putih doang, jadi awalnya ini murni proyek pribadi buat mengakali keterbatasan komputernya sendiri.
Kalau kamu penasaran gimana lengkapnya cerita Thomas Knoll sampai akhirnya kepikiran bikin software sebesar ini, saya sudah tulis lengkap di kilas balik pencipta Photoshop, Thomas Knoll — banyak detail menarik yang jarang diketahui orang, termasuk peran adiknya, John Knoll, di balik layar.
Dari ImagePro Jadi Photoshop
Setelah beberapa bulan pengembangan, akhirnya aplikasi pengolah gambar itu lahir. Awalnya program ini mau dinamai "ImagePro", tapi karena nama itu sudah dipakai lebih dulu oleh pihak lain, akhirnya lahirlah nama "Photoshop" yang kita kenal sampai sekarang.
Hasil karya Knoll ini kemudian menuntunnya bertemu Apple dan Adobe buat membicarakan lisensi. Setelah sepakat, Adobe membeli aplikasi tersebut dari Thomas Knoll, dan secara eksklusif dirilis perdana untuk Macintosh pada tahun 1990. Nggak nyangka ya, dari proyek iseng kuliah bisa jadi software yang dipakai jutaan orang sampai sekarang, hehehe.
Tampilan & Fitur Versi Perdana
Sekarang Photoshop sudah berubah drastis, tapi menarik lho lihat gimana tampilan aslinya dulu. Ini tampilan utama Photoshop 1.0, di bagian kiri sudah ada beberapa tools dasar buat mengolah gambar, mirip konsepnya sama yang kita pakai sekarang meski tampilannya jauh lebih sederhana.
Photoshop juga sudah memungkinkan pengguna memilih jenis kuas beserta ukuran dan teksturnya sejak versi awal ini — dasar-dasar yang sekarang jadi fitur wajib di software editing manapun, termasuk yang saya bahas juga di cara manipulasi foto di Photoshop tanpa plugin tambahan.
Ada juga halaman preferensi buat kustomisasi sejumlah fitur, dan pilihan beberapa jenis huruf — meski tentu jumlahnya nggak sebanyak versi-versi Photoshop terbaru sekarang ini 😄.
Fitur Layer yang Sempat Hilang
Dari versi awal sudah ada beberapa tools canggih yang bisa digunakan, tapi salah satu fitur penting justru sempat hilang: kemampuan membagi gambar jadi beberapa lapisan alias multiple layer. Fitur ini baru hadir lagi di tahun 1994, dan sejak itu jadi salah satu fondasi utama cara kerja Photoshop sampai sekarang.
Kalau kamu belum terbiasa main layer, sekarang sudah jadi keterampilan dasar yang wajib dikuasai. Saya sudah bahas step-by-step-nya di teknik menggabungkan layer di Photoshop, cocok buat pemula yang baru mulai belajar.
Coba bayangin ngedit foto tanpa layer — semua perubahan langsung nempel permanen di satu lapisan gambar. Makanya kehadiran layer di 1994 itu game changer banget buat dunia desain grafis.
Instalasi Photoshop di masa itu juga masih pakai disket 3.5 inci, beda jauh sama sekarang yang tinggal download installer lewat internet.
Tabel Download Photoshop 1.0 dan Versi Lawas Lainnya
Buat kamu yang penasaran atau mau koleksi, arsip installer Photoshop versi lawas ini sudah nggak dijual resmi oleh Adobe, tapi tersimpan rapi di situs museum abandonware WinWorld. File-file di bawah ini murni buat keperluan edukasi/nostalgia, jadi jangan dipakai buat produksi profesional ya, mending pakai Photoshop versi resmi terbaru buat kerjaan serius 😉.
| Version | Language | Architecture | File Size |
|---|---|---|---|
| 0.x (Beta) — 1988 | |||
| 0.63 (beta), Macintosh — Prerelease | English | m68k | 224.01 KB |
| 1.x — 1989 | |||
| 1.0.7, Macintosh (3.5") | English | m68k | 336.66 KB |
| 1.0.7, Macintosh (SIT) | English | m68k | 411.18 KB |
| 2.x — 1991 | |||
| 2.5, Windows (3.5") | English | x86 | 4.15 MB |
| 2.5 LE, Windows (3.5") | English | x86 | 4.64 MB |
| 2.5.1, Windows (3.5") | English | x86 | 4.63 MB |
| 2.5.1 LE, Macintosh (3.5") | German | m68k | 2.11 MB |
| 3.x — 1994 | |||
| 3.0, Windows (3.5") | English | x86-32 | 10.45 MB |
| 3.0.1 Deluxe, Macintosh (ISO) | English-Multi | ppc / m68k | 276.3 MB |
| 3.0.4, Windows (3.5") | English | x86-32 | 6.68 MB |
| 3.0.5, Windows (3.5") | English | x86-32 | 10.26 MB |
| 3.0.5, Windows (ISO) | French | x86-32 | 9.83 MB |
| 4.x — 1996 | |||
| 4.0, Macintosh (SIT) | English | m68k | 18.24 MB |
| 4.0, Windows (3.5") | English | x86-32 | 24.26 MB |
| 4.0.1, Windows (Update) | English | x86-32 | 2.27 MB |
| 5.x — 1998 | |||
| 5.0, Windows | English | x86-32 | 56.05 MB |
| 5.0 Limited Edition (ISO) | English | x86-32 | 291.06 MB |
| 5.02 Update | English | x86-32 | 2.84 MB |
| 5.5, Windows | English | x86-32 | 104.62 MB |
| 6.x — 2001 | |||
| 6.01, Windows (ISO) | English | x86-32 | 426.89 MB |
Semua link di atas mengarah ke WinWorld, museum online abandonware yang memang fokus melestarikan software-software jadul secara legal untuk keperluan arsip. Klik nama versinya buat masuk ke halaman produk lengkap dengan semua pilihan file download-nya.
Kalau Mau Praktik di Photoshop Versi Terbaru
Setelah nostalgia sama versi jadulnya, kalau kamu mau langsung praktik pakai Photoshop versi sekarang, coba juga eksplor teknik yang lebih kreatif. Salah satu yang seru dan sering dicari adalah cara membuat efek asap rokok realistis di Photoshop — teknik dasar blending dan brush-nya masih mirip prinsip dari versi lawas ini kok, cuma toolnya jauh lebih canggih sekarang 🔥.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan Photoshop 1.0 Pertama Kali Dirilis?
Photoshop 1.0 resmi dirilis oleh Adobe pada tahun 1990, khusus untuk komputer Macintosh, setelah dikembangkan Thomas Knoll sejak 1988.
Apakah Photoshop 1.0 Masih Bisa Didownload Sekarang?
Bisa, arsipnya tersedia gratis di situs museum abandonware seperti WinWorld untuk keperluan edukasi dan nostalgia, bukan versi resmi dari Adobe.
Apa Bedanya Photoshop 1.0 dengan Versi Sekarang?
Perbedaan paling mencolok ada di ukuran file (1,4 MB vs gigabyte-an sekarang), tampilan yang masih hitam putih, dan belum adanya fitur layer yang baru muncul di versi 3.0 tahun 1994.
Bisakah Photoshop 1.0 Dipakai di Komputer Zaman Sekarang?
Secara teknis butuh emulator Macintosh jadul karena aplikasinya dirancang untuk prosesor m68k, jadi tidak bisa langsung dijalankan di komputer modern tanpa bantuan software emulasi.
Penutup
Ngeliat perjalanan Photoshop dari versi 1.0 yang serba terbatas sampai jadi software raksasa sekarang, bikin saya makin sadar kalau tool sekeren apapun pasti berawal dari sesuatu yang sederhana. Semoga kilas balik ini bisa nambah wawasan kamu soal sejarah software yang tiap hari kita pakai buat kerja ini, hehehe 🙌.
