10 Cara Setting Pengaturan Pada Kamera


Java Fhotografer - Foto brilian yang Sobat hasilkan setiap kali memotret ternyata sedikit banyak tergantung dari pengertian serta pemahaman dari kamera yang kita miliki. Berikut 10 Cara Setting Pengaturan Pada Kamera

10 Cara Setting Pengaturan Pada Kamera

1. Aperture Priority 
Pada kamera biasanya tertulis pada mode dial dengan A atau AV. Aperture Priority merupakan mode semi otomatis dimana Sobat bisa merubah aperture yang diinginkan, sementara shutter speed akan ditentukan oleh kamera secara otomatis. Aperture merupakan ukuran lebar bukaan lensa kamera.

2. Shutter Priority
Mode pengaturan ini bisa dikenali dengan tulisan S atau Tv pada kamera. Mode ini memberikan pada fotografer kendali penuh pada shutter speed, sementara kamera akan memilihkan pengaturan aperture secara otomatis. Shutter Speed merupakan rentang waktu shutter terbuka ketika mengambil foto. Shutter speed diukur dengan satuan detik atau pecahan. Rentang waktu tersebut memberi dampak pada banyaknya cahaya yang masuk ke dalam kamera, dan bagaimaan sebuah gerakan terekam, jadi mode ini sangat tepat sekali jika digunakan untuk memotret obyek gerak atau ketika pada kondisi rendah cahaya.
  • Fast Shutter Speed : dikatakan fast shutter speed ketika kita memotret lebih dari 1/200 detik. Shutter speed sekian akan membekukan obyek yang bergerak cepat, kenapa? karena tentu shutter terbuka dengan waktu relatif sangat cepat. Kecepatan shutter ini sangat berguna pada bidang fotografi wildlife atau sport, mengingat potensi terjadinya movement yang terekam sangat kecil di dalam frame.
  • Slow Shutter Speed : kecepatan shutter ini biasanya berkisar pada lebih lambat dari 1 detik. Shutter akan terbuka lebih lama dan tentunya akan semakin banyak cahaya yang masuk ke dalam kamera. Dampak dari slow shutter speed pada obyek gerak adalah terciptanya blur yang diakibatkan oleh terekamnya gerakan subyek.

3. Exposure Meter.  
Exposure bisa dikatakan adalah jumlah cahaya yang masuk ke dalam kamera melalui lensa ketika pengambilan gambar. Faktor-faktor yang menentukan exposure ada tiga hal: aperture, shutter speed dan ISO. Exposure meter yang muncul pada viewfinder atau layar LCD kalian bisa sangat membantu guna mendapatkan exposure yang PAS. Kamera bagaimanapun juga hanyalah sebuah tools fotografi, dan metering terkadang memberikan exposure yang kita anggap salah. sebagai contoh: jika Sobat ingin memotret sebuah obyek bewarna putih, kamera akan memberikan foto yang underexposed, unutuk mensiasati hal ini, Sobat bisa menggunakan exposure compensation untuk menaikkan exposure sebanyak Satu atau Dua stop.

4. Mode Scene
Kebanyakan kamera yang beredar di pasaran saat ini dilengkapi dengan lebih banyak mode otomatis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kita. Beberapa mode yang sering kita temui antara lain:
  • Landscape: memberikan pengaturan aperture yang kecil dan menonjolkan warna hijau dan biru.
  • Portrait: Memberikan pengaturan aperture lebar agar background menjadi blur sementara subyek tetap terfokus dengan baik.
  • Sports: Menggunakan shutter speed cepat, bebas blur yang diakibatkan oleh pergerakan
  • Macro: Memudahkan kita untuk mendapatkan fokus ketika mendekat pada obyek.

5. Mode Art 
Mode art atau effect ini memudahkan kita untuk berkreasi terhadap setiap jepretan kita. Merekam scene dengan cara unik serta menarik. Coba lihat didalam menu kamera kalian dan apakah ada pilihan-pilihan pengaturan ini:
  • Toy Camera: Memotret dengan kontras tinggi, saturas warna seperti toy camera.
  • Fish-eye: Memberikan efek distorsi pada foto untuk memperbesar bagian tengah frame.
  • Miniature: Efek ini membuat foto/subyek tampak lebih kecil dari seharusnya.
  • Soft Focus: Membuat subyek dalam foto sedikit out of focus.
  • Selective Colour: Merubah foto menjadi hitam putih tetapi hanya ada satu warna lain yang muncul.

6. Autofocus 
Menguasai teknik manual fokus pada kamera merupakan hal yang bagus dan sangat berguna pada beberapa kondisi, tetapi jika terus-terusan tergantung pada manual maka potensi mendapatkan foto yang tidak fokus juga akan semakin besar. Hal ini dikarenakan fokus manual membutuhkan waktu, dan pada saat seperti ini Autofocus merupakan mode pengaturan yang sangat penting.

7. Histogram
Histogram merupakan sebuah grafik yang menunjukkan range tonal dari sebuah foto. Melihat dan membaca grafik histogram merupakan cara terbaik untuk mengetahui apakah foto kalian underexposure atau sebaliknya. Histogram sangat berguna, mengingat sulitnya menilai exposure sebuah foto hanya dengan melihatnya di LCD kamera.
  • Underexposed: grafik akan memuncak di bagian kiri, ada banyak pixel gelap dan jepretan kalian kemungkina besar underexposed.
  • Overexposed: jika grafik cenderung ke arah dan memuncak ke kanan, itu berarti banyak pixel terang dan foto kemungkinan besar overexposed

8. Flash
Kamera flash bisa sangat berguna, terutama ketika Sobat memotret pada kondisi kurang cahaya, dan bisa Sobat manfaatkan ketika subyek pada kondisi backlit. Pastikan Sobat mematikan flash ketika memotret pada tempat yang memiliki ambient light yang bagus, seperti cityscape di malam hari, event indoor, jika tidak maka kalian berpotensi mendapatkan foto yang blow-out dan tidak memiliki detail.

9. White balance
Sobat pasti pernah mendapati warna yang tidak biasa pada hasil foto kalian. Hal ini bisa dikarenakan terdapat beberapa sumber cahaya yang memiliki warna atau temperatur yang berbeda. Dengan merubah pengaturan white balance bisa membantu kalian untuk mendapatkan warna yang akurat.

10. AUTO
Memang InFotografi sering menghimbau untuk menggunakan Mode Manual ketika belajar fotografi, tetapi ada beberapa situasi yang menjadikan mode AUTO sebagai mode pemotretan yang tepat. Fotografi memudahkan kita untuk merekam setiap momen spesial, dan momen-momen tersebut terkadang terjadi begitu cepat dan tidak diharapkan. Mode manual tetap saja membutuhkan waktu pengaturan, dan bisa saja kita tertinggal momen tersebut hanya karena mengatur aperture serta shutter yang dibutuhkan. So, tidak ada salahnya kok menggunakan mode AUTO :)

0 Komentar:

Poskan Komentar